Kriket Aturan Bermain Kriket

Published on November 1st, 2017 | by Daniel Eliot

0

Cara dan Aturan Bermain Kriket

Kriket adalah olahraga yang telah dilacak kembali ke awal abad ke-16 dan telah menjadi populer sejak saat itu. Puncak permainan internasional hadir dalam bentuk Cricket World Cup. Acara besar lainnya termasuk seri T20 World Cup, Test Series dan One Day. Setiap negara menjalankan sejumlah kompetisi domestik yang sangat kompetitif.

Objek Permainan

Tujuan kriket adalah mencetak angka lebih banyak dari pada lawan. Ada tiga variasi permainan (Uji, Satu dan Dua Puluh Hari 20) dan masing-masing memberi skala waktu tertentu di mana permainan harus selesai.

Untuk mencetak angka Anda harus lari setelah memukul bola dengan tangkai kriket yang terbuat dari kayu (biasanya willow Inggris atau Kashmir). Sementara satu tim membungkam mangkuk dan ladang lainnya. Tujuannya adalah untuk mangkuk tim lawan untuk sesedikit mungkin berjalan atau membatasi mereka untuk beberapa berjalan dalam waktu yang dialokasikan. Setelah tim kehilangan semua wickets mereka atau waktu yang ditentukan telah habis maka tim akan beralih peran.

Pemain & Peralatan

Setiap tim terdiri dari 11 pemain. Sebelas pemain ini akan memiliki peran yang berbeda dalam tim dari batsmen, bowlers, fielder dan penjaga gawang. Sementara setiap pemain mungkin memiliki peran spesialis, mereka dapat mengambil peran apa pun jika mereka menginginkannya.

Ukuran pitch sangat bervariasi dalam kriket tapi biasanya dimainkan di lapangan bebebtuk bundar atau melingkar dengan lingkaran sekitar 200m. Di sekitar tepi lapangan inilah yang dikenal sebagai batas tepi dan pada dasarnya adalah garis antara bermain dan tidak bermain.

Di tengah lapangan akan menjadi gawang. Gawang akan memiliki dua set tiga tunggul di kedua ujungnya dan jaraknya harus 22 yard. Di setiap ujung gawang dikenal sebagai lipatan dan garis ditarik sekitar 2 meter melintasi gawang dari tunggulnya. Bowler akan bantalan bola kriket dari satu ujung sementara batsmen akan mencoba dan memukul bola dari ujung yang lain.

Batsmen bisa memakai sederet bantalan termasuk pelindung kaki, sarung tangan, pelindung paha, pelindung paha bagian dalam, sebuah kotak, helm dan pelindung dada. Semua pemain akan memakai sepatu berduri dan semua akan mengenakan pakaian putih (satu-satunya pengecualian adalah permainan yang lebih pendek dimana pemain bisa mengenakan pakaian berwarna).

Bola kriket terbuat dari gabus dan akan berwarna merah (uji coba) atau putih (satu hari permainan).

Penilaian

Pelarian terjadi saat batsmen memukul bola dengan pemukul mereka dan dua batsmen di gawang agar berhasil berlari ke ujung yang lain. Batsmen bisa berjalan sebanyak yang mereka suka sebelum diberikan. Jika bola melintasi batas tali setelah terpental setidaknya satu kali dari meninggalkan alat pemukul maka 4 putaran diberikan. Jika bola melewati tali batas tanpa terpental maka 6 putaran diberikan ke tim batting.

Jalan pintas juga bisa dicetak saat bowler bowl memberikan umpan yang luas (bola yang terlalu jauh dari tunggul), bola tidak ada (di mana bowler melengkung di garis depan di gawang), sesuatu yang penting (dimana tidak ada yang menyentuh bola Tapi dua batsmen tetap berjalan) dan kaki sampai jumpa (dimana bola menyentuh kaki atau tubuh batsmen untuk lari mengambil).

Pemenang Permainan

Satu tim akan melakukan keleluasaan pertama dan satu tim akan melakukan lapangan terlebih dahulu. Tim batting akan mencoba dan mencetak sebanyak mungkin berjalan dalam waktu yang ditentukan sementara tim bowling akan mencoba dan menahannya dengan menurunkan bola. Tim kemudian swap dan tim kedua batting akan mencoba dan melampaui kecepatan lawan mereka mencetak gol pertama. Jika mereka gagal mereka kalah, jika mereka berhasil mereka menang.

Aturan kriket

  • Setiap tim terdiri dari 11 pemain.
  • Bowler harus melempar bola ke 6 pengiriman secara sah untuk membentuk sebuah over.
  • Sebuah permainan harus memiliki dua wasit yaang berdiri di kedua ujung gawang. Wasit kemudian harus menghitung jumlah bola di atas, membuat keputusan apakah batsmen keluar setelah mengajukan banding dan juga memeriksa apakah bowler telah memukul bola dengan cara yang sah.
  • Seekor batsmen dapat diberikan dengan cara dipukul (bola memukul tunggulnya), tertangkap (tangkas menangkap bola tanpa memantul), Kaki Sebelum Wicket (bola menyentuh bantalan batsmen yang menghalangi jalurnya ke tunggul), terbentur ( Penjaga gawang memukul tunggul dengan sarung tangan mereka sementara batsmen berada di luar lipatan mereka dengan bola di tangan), memukul gawang (batsmen hits gawang mereka sendiri), Bola yang ditangani (batsmen menangani bola kriket dengan sengaja), habis waktunya ( Pemain gagal mencapai lipatan dalam 30 detik dari batsmen sebelumnya yang meninggalkan lapangan), tekan bola dua kali (batsmen menyentuh bola kriket dua kali dengan kelelawar mereka) dan rintangan (batsmen sengaja mencegah pemain lapangan mendapatkan bola).
  • Uji kriket dimainkan selama 5 hari di mana masing-masing tim memiliki dua babak (atau dua peluang untuk melakukan kelelawar).
  • Skor tersebut kemudian di akumulasi dan tim yang paling banyak berlari setelah masing-masing babak adalah pemenangnya.
  • Kriket satu hari dimainkan dengan 50 overs. Setiap tim memiliki 50 overs untuk memukul dan berlari sebelum bertukar dan melakukan disiplin sebelumnya. Tim yang paling banyak berlari di akhir pertandingan akan menang.
  • Pertandingan internasional memiliki dua wasit lagi yang dikenal sebagai wasit ketiga dan keempat.
  • Tim tangkas harus memiliki satu penjaga gawang yang ditunjuk dan merupakan satu-satunya orang yang boleh memakai bantalan dan sarung tangan di lapangan. Penjaga gawang berdiri di belakang ujung yang berlawanan dengan bowler untuk menangkap bola.


About the Author



Comments are closed.

Back to Top ↑